Musibah kebakaran terjadi di dua wilayah yang berbeda di Kabupaten Empatlawang dalam dua hari terakhir dan menyebabkan belasan rumah ludes dilalap api. Kebakaran pertama terjadi di Desa Sukarami, Kecamatan Lintang Kanan, Sabtu (23/6) sekitar pukul 19.00 WIB. Akibat kejadian tersebu sedikitnya 2 buah rumah milik warga hangus dilalap api.
Dua rumah yang terbakar diketahu milik Dedi dan Busri. Camat Lintang Kanan Rahmat Riyandi mengatakan, dari informasi yang didapat di lapangan kejadian tersebut diduga karena kelalaian pemilik rumah.Di mana api diduga berasal dari dapur rumah milik Dedi yang masih menggunakan kayu bakar untuk memasak.
“Dugaan awal sementara api berasal dari rumah Dedi dan kemungkinan berasal dari dapur rumahnya,”ujarnya kemarin. Dia menambahkan saat kejadian di dalam rumah hanya ada ibunya Dedi. Saat terjadi kebakaran api sangat cepat menyambar ke rumah Busri. Beruntung masyarakat dengan cepat melakukan antisipasi pemadaman sehingga api tidak menjalar ke rumah warga yang lain. Namun menurutnya akibat kejadian itu, setidaknya ada 4 rumah lain yang mengalami kerusakan yaitu 2 rumah rusak berat serta 2 rumah rusak sedang. “Rumah yang rusak berat salah satunya akibat dirubuhkan agar api tidak menjalar,” ujarnya.
Dirinya memastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Sedangkan untuk kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta. “Kerugian materi sekitar itu, namun dipastikan tidak ada korban jiwa,”ungkap camat. Sementara sebelumnya pada Jumat (22/6) pukul 23.00 WIB kebakaran juga terjadi di Desa Talang Durian,Kecamatan Talang Padang. Akibat kejadian tersebut setidaknya 10 rumah warga ludes terbakar serta 3 rumah rusak berat serta 10 rusak ringan.
Kapolsek Talang Padang AKP Muhammad Nuh menjelaskan, dugaan sementara api diakibatkan oleh korsleting listrik disalah satu rumah yang terbakar. Karena banyaknya rumah yang terbakar,akhirnya api baru dijinakkan oleh warga bersama dengan petugas kebakaran sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (23/6). Pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan mendalami penyebab utama kebakaran yang mengakibatkan kerugian material mencapai Rp1,5 miliar tersebut.
Kejadian tersebut menurutnya sudah dilaporkan kepada pihak Pemkab Empatlawang. “Sejauh ini kami masih menyelidiki kepastian penyebabnya, untuk kerugian material mencapai Rp1,5 miliar dan tidak ada korban jiwa,” tandasnya kemarin.
Hanya Padamu Tuhan
4 tahun yang lalu